HARI RAYA SANTO YOSEP PEKERJA BERTEPATAN DENGAN MAYDAY, Kebetulan atau Sengaja?

Tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai Hari Buruh Internasional oleh Kongres Sosialis Internasional (atau Konferensi Sosialis Internasional) pada tahun 1889 di Paris, Prancis . Bermula dari aksi demonstrasi buruh di AS tahun 1886 yang menuntut jam kerja 8 jam sehari. Maka tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur buruh internasional. kemudian peringatan itu diadopsi secara luas di seluruh dunia sebagai May Day atau Hari Buruh Internasional.

Namun, karena perayaan tersebut identik dengan ideologi kiri. Maka Paus Pius XII pada tahun 1955 menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Raya Santo Yosep Pekerja. Tujuannya adalah memberikan makna kristiani pada perjuangan buruh. Menempatkan Santo Yosep (seorang tukang kayu) sebagai teladan pekerja dan menegaskan martabat kerja manusia, bukan sekadar perjuangan kelas sosial.

Gereja ingin menghadirkan teladan kristiani yang membela hak buruh tanpa kekerasan. Santo Yosep merupakan sosok pekerja keras yang sederhana dan setia. Ia menjadi pelindung bagi para pekerja yang mencari nafkah dengan jujur dan penuh tanggung jawab. Gereja ingin menegaskan bahwa kerja adalah bagian dari rencana Allah untuk memuliakan manusia, bukan sekadar alat produksi. Paus Pius XII ingin memberikan berkat pada perjuangan hak-hak buruh dengan menempatkan Santo Yosep, sang pekerja Nazaret, sebagai pelindung mereka. Selain itu, Paus Pius berharap setiap pekerja memberikan nuansa iman pada perayaan sekuler Hari Buruh Internasional.

(Dari berbagai sumber)

Penulis: Perianasta