Sejarah Gereja

Ringkasan Sejarah Paroki Lubang Buaya – Gereja Kalvari

  • Juni 1978 : Uskup Agung Jakarta, Mgr. Leo Soekoto, SJ, mendukung pemekaran Paroki Cililitan (St. Robertus Bellarminus)
  • 1981: KAJ membeli lahan di Lubang Buaya untuk Sekolah St. Markus II.
  • 5 Februari 1987: Mgr. Leo menetapkan lokasi tersebut sebagai lahan pembangunan gereja.
  • 17 Agustus 1987: Pastor Muji menamai umat di wilayah ini sebagai Umat Kalvari.
  • 9 Agustus 1987 Misa pertama diadakan di Aula Kologad, kemudian dipindah ke Sekolah St. Markus II.

  • 25 Maret 1991: Mgr. Leo mengeluarkan surat pembatalan pembentukan Paroki Kalvari No. 456/3.27/91 karena KDB (koefisien dasar bangunan) sudah dihabiskan untuk pembangunan gedung sekolah St. Markus II (sertifikat tanah masih atas nama Yayasan St. Markus).
  • 14 September 1991: Uskup mempertimbangkan kembali perjuangan umat membentuk paroki dengan syarat penambahan KDB. Umat Kalvari bersuka cita atas keputusan Uskup dan menjadikan tanggal ini sebagai saat pengakuan eksistensi calon Paroki Kalvari dan menjadi saat Pesta Nama Kalvari. Mulai tanggal inilah umat Kalvari sungguh-sungguh memulai pembangunan gedung gereja.
  • 8 Oktober 1991: Umat berhasil memperjuangkan KDB hingga menjadi 40%. Tokoh yang memperjuangkan KDB tersebut adalah Bp. Sri Nirbito, Bp. Agustinus Soemasto, Bp. Wencelaus (Wenas) Zahnidam, Bp. FX. Soejatno dan Bp. Robertus Surodjo.
  • 7 Februari 1993: Peletakan batu pertama gereja bedeng oleh Pastor F.X. Arko Sudiono, SJ.
  • 4 April 1993: Gereja bedeng diberkati oleh Mgr. Leo Soekoto, SJ.
  • 25 Maret 1995: Pastor Suryatmo mengirimkan surat kepada KAJ bahwa umat Kalvari siap menjadi Paroki.
  • 1 Juli 1995: Paroki Lubang Buaya resmi berdiri dengan SK Uskup Agung Jakarta, dikelola oleh Kongregasi OMI.
    Pastor pertama: P. Petrus McLaughlin, OMI.
  • Pastor kepala paroki silih berganti:
    • P. Petrus McLaughlin, OMI (1995–1996)
    • P. Peter Kurniawan Subagyo, OMI (1996–2006)
    • P. Aloysius Hadi Nugroho, Pr (2006–2011)
    • P. Martinus Hadiwijoyo, Pr (2012–2013)
    • P. Yustinus Ardianto, Pr (2013–2016)
    • P. Johan Ferdinand Wijshijer, Pr (2017–sekarang)
  • Pastor Johan Ferdinand Wijshijer, Pr, yang akrab disapa Romo Fe, gigih memperjuangkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sejak ia berkarya sebagai kepala paroki.
  • 13 September 2017, Ibu Fransiska Dian Paskahrini dan Ibu Anastasia Sri Nurdjilah melaporkan bahwa proses pemisahan sertifikat tanah Gereja dan Sekolah St. Markus sudah selesai.
  • 10 Nopember 2020, Romo Fe secara mendadak mengundang tim senyap PPG dan memberi instruksi agar segera menyebarkan formulir permohonan dukungan atau tidak keberatan warga non-Katolik.
  • 25 Maret 2021, KH. Ibnu Mulkan, Rois Syuriah PCNU Jakarta Timur datang untuk pertama kalinya ke Bedeng Kalvari, beliau adalah putra dari KH. Mohammad Syakrim, Mustasyar NU tokoh Lubang Buaya yang tersohor sebagai saksi mata G30S PKI tahun 1965. Kedatangan beliau berkat pendekatan Bp. Antonius Sunaryo, Bp. Susilo, Bp. Joko Supangkat Bp. Benediktus Suharso, Bp. Jacobus Wirawan dan Bp. Budi JP.
  • 24 September 2021, DPH dan PPG Kalvari, dipimpin Romo Fe mengunjungi untuk pertama kalinya Bp. KH. Moh. Syakrim. Sebelumnya beredar rumor yang dihembuskan kaum radikal bahwa Kyai Syakrim mengatakan: ‘Jangankan bangun gereja nancepin paku saja haram.‘ Namun saat berjumpa dengan Kyai Syakrim tersebut, beliau sangat ramah menyambut rombongan Kalvari dan berkata: “Romo Pe selamat datang, 30 tahun gereja Kalpari ada di Lubang Buaya Romo Pe adalah Romo Katolik pertama yang datang ke rumah saya, jadi hari ini saya potong kambing buat Romo.”

  • 19 Oktober 2021, Berkat jaringan Ibu Gabriella Felisitas dan Ibu Tienna Tenggara, akhirnya Romo Fe dan PPG dipimpin oleh Bp. Yohanes Berchmans dapat berjumpa dengan Walikota Jakarta Timur, Bp. M. Anwar, S.Si, M.AP. Rekaman provokatif bernada hasutan menolak pembangunan gereja dari ketua RW 12 diperdengarkan kepada Walikota, akhirnya Walikota menegaskan agar Lurah dan Camat menuntaskan administrasi terkait verifikasi berkas-berkas IMB Gereja Kalvari tanpa menunggu tandatang RW 12. Akhirnya Bp. FX. Susilo dan Ibu Anastasia Promosiana menghabiskan banyak hari dan malam di kantor Kelurahan dan Kecamatan.
  • 23 November 2021, Bertemu FKUB pusat, memperdengarkan kembali rekaman provokatif dan membuat kaget anggota FKUB hingga memperlancar proses IMB Gereja Kalvari. Salah seorang anggota FKUB pusat bahkan menelpon pengurus GPIB yang bertetangga dengan Gereja Kalvari agar segera membuat pengajuan IMB juga untuk disandingkan dengan pengajuan dari Gereja Kalvari.
  • 21 Desember 2021, Gubernus DKI Jakarta, Anies Baswedan menyerahkan IMB kepada Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan gereja permanen. IMB ini juga menjadi tanda sinergi antara PPG dan tokoh masyarakat: KH Muhammad Syakrim (PBNU), KH Asy’ari Akbar, dan KH Ibnu Mulkan Syakrim (PCNU Jaktim)
  • Dan pada akhirnya pada tanggal 14 September 2024 dilaksanakanlah Pentahbisan Gedung Gereja Kalvari oleh Kardinal Ignatius Suharyo dan kemudian dilanjutkan dengan Misa Perdana di Gereja Kalvari pada 15 September 2024.

🌟 Inti Perjalanan

  • Dari Stasi Pondok Gede (1978)Stasi Kalvari (1987)Gereja Bedeng (1993)Paroki Lubang Buaya resmi (1995).
  • Selama 33 tahun, umat berjuang menghadapi banjir, penolakan, dan birokrasi izin.
  • Akhirnya, pada Selasa 21 Desember 2021, IMB Gereja didapatkan dan pada Sabtu, 14 September 2024 bangunan gereja ditahbiskan dan mulai digunakan oleh umat Paroki Lubang Buaya.
  • 14 September 2025Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Gereja Kalvari.