
“Jiwaku Memuliakan Tuhan” — Lukas 1:46
Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, sebuah perayaan yang mengingatkan kita akan kemuliaan Maria sekaligus harapan akan kehidupan kekal bersama Allah.
Dalam Injil hari ini, Maria mengunjungi Elisabet dan mengucapkan Magnificat. Maria tidak membanggakan dirinya karena dipilih menjadi Bunda Yesus. Sebaliknya, ia berkata, “Jiwaku memuliakan Tuhan.” Maria menyadari bahwa segala sesuatu dalam hidupnya adalah karya dan anugerah Allah.
Maria mengajarkan kepada kita untuk percaya kepada Tuhan meskipun kita belum memahami seluruh rencana-Nya. Ia menjalani hidup dengan kerendahan hati, kesetiaan, dan keterbukaan terhadap kehendak Allah.
Hari ini kita juga diingatkan bahwa hidup kita di dunia bukanlah tujuan akhir. Sebagaimana Maria mengambil bagian dalam kemuliaan Allah, kita pun dipanggil untuk terus berjalan menuju kehidupan kekal bersama Kristus.
Refleksi
Cobalah bertanya kepada diri sendiri:
- Apakah saya masih percaya kepada Tuhan ketika hidup tidak berjalan sesuai rencana?
- Apakah saya mampu bersyukur atas hal-hal kecil yang Tuhan berikan?
- Apakah kehadiran saya membawa sukacita dan kebaikan bagi orang lain?
Belajarlah dari Maria: tidak harus memahami semuanya untuk tetap percaya. Terkadang, yang Tuhan minta hanyalah hati yang mau berkata, “Ya, Tuhan, aku percaya.”
Doa
Bunda Maria yang terkasih,
ajarlah kami untuk memiliki iman yang teguh, hati yang rendah hati, dan kesetiaan dalam mengikuti kehendak Tuhan.
Ketika kami menghadapi kesulitan, bantulah kami untuk tetap percaya. Ketika kami menerima berkat, ajarlah kami untuk bersyukur. Dan ketika kami kehilangan harapan, tuntunlah kami kembali kepada Yesus.
Bunda Maria yang diangkat ke Surga, doakanlah kami agar hidup kami selalu semakin dekat dengan Kristus dan kelak beroleh kebahagiaan kekal bersama-Nya.
Amin.
Santa Maria Diangkat ke Surga, doakanlah kami.
